Rabu, 15 September 2010

Mimpi kami untuk mu, Indonesia

kita pasti punya ide menggelegar di dalam otak kita untuk bangsa ini, atau paling tidak kita pernah sekilas memikirkannya. Ide-ide yang kalau direalisasikan bisa membuat bangsa ini menjadi lebih baik. Coba bayangkan, jika ada satu persen saja dari penduduk indonesia, dengan kata lain sekitar 2,5 juta orang, memiliki ide-ide untuk bangsa ini, Indonesia pasti jauh lebih maju dari sekarang.

Permasalahannya adalah ketahanan dari manusia Indonesia dalam memegang teguh mimpi-mimpinya. Cukup banyak manusia Indonesia yang akhirnya mengubur mimpinya karena berbagai alasan, baik itu karena masalah ekonomi, perubahan pola pikir, prioritas diri atau masalah keadaan lainnya.

Banyak manusia Indonesia yang akhirnya membawa mimpi mereka keluar dari indonesia karena mimpi-mimpinya dianggap konyol oleh para pemimpin bangsa ini. Di negri ini, prestasi kerja ilmuan kurang mendapat perhatian dan sulit untuk mengurus hak paten. Jika membuat prestasi, penghargaan yang diterima hanyalah berupa ucapan selamat dan sertifikat saja, tanpa ada tindak lanjut pada penemuan yang telah dibuat.

Ada pula yang membawa mimpinya keluar karena dia ingin bergegas merealisasikan mimpinya, karena Indonesia belum mampu mewadahi mereka untuk merealisasikan idenya. Hal ini terjadi karena pemerintah tidak dapat menyediakan fasilitas yang memadai untuk manusia Indonesia merealisasikan mimpinya. Pertanyaannya adalah: jika pemerintah belum bisa memfasilitasi rakyatnya untuk merealisasikan ide-ide brilian, kenapa wakil rakyat kita bisa memunculkan ide untuk membuat gedung yang baru dengan fasilitas mewah untuk tempat mereka kerja? jika memang prioritas ada disana, berapakah ide-ide brilian yang sudah muncul disana? atau kita buat lebih mudah, BERAPA BANYAK ORANG-ORANG DISANA YANG MEMIKIRKAN IDE-IDE BRILIAN UNTUK BANGSA INI???

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, tidak sedikit pula yang menguburkan mimpi-mimpi hebatnya karena idealismenya terbeli keadaan. Mimpinya dijual untuk kepentingan sendiri dan manusia cerdas ini akhirnya kembali primitif karena hanya mementingkan perut belaka. Sebagai contoh, mari kita lihat para wakil-wakil kita untuk menyampaikan aspirasi untuk bangsa ini. Tidak sedikit dari mereka yang berpendidikan tinggi dan dulunya adalah aktifis yang dulu sangat gencar mengkritisi pemerintahan dan pasti punya mimpi-mimpi brilian untuk Indonesia. Sekarang mereka banyak yang membuang mimpinya jauh2, menjadi budak-budak uang dan menajdi orang yang lalim.

Namun demikian, banyak pula yang bertahan dengan kondisi serba minim di Indonesia. Bertahan bukan untuk dianggap pahlawan namun bertahan karena cinta kepada bangsanya, cinta kepada tanah airnya, dan berpegang teguh kepada mimpinya. Pijakannya kokoh menghadapi cobaan yang ada, cengkramannya kuat menghadapi godaan yang memanggil. Hatinya pun tabah melihat kekurangan bangsa ini. Namun jiwa-jiwa mereka gerah dengan keadaan, mereka menangis untuk bangsa ini, mereka meronta untuk kemajuan bangsa ini.

Sebagai contoh kecil, mari kita tengok engineer-engineer kita di PT.DI saat ini. Pertanyaan akan muncul, "hal apa yang membuat mereka tetap bekerja disana? padahal gaji minim, bahkan pemimpin negara ini banyak yang enggan menoleh kesana." Bayangkan, mereka tdak akan sulit mencari pekerjaan diluar negri dengan gaji besar, jika mereka mau. Namun ada hal yang membuat mereka bertahan disana. Ada tekad dan mimpi dari mereka untuk tetap berada di Indonesia dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa ini.

Keinginan untuk membangun, melihat, dan menikmati Indonesia yang maju dan lebih baik lah yang membuat mimpi dan ide-ide brilian kita tetap kekal di hati. Harta dan jabatan adalah konsekuensi dari mimpi yang kita realisasikan. Harta dan jabatan bukanlah tujuan. Hal ini serupa saat kita beribadah. Tujuan kita adalah mendekatkan diri pada Pencipta kita, tujuan kita bukanlah pahala ataupun rezeki. Pahala ataupun rezeki hanyalah konsekuensi logis dari ibadah yang kita lakukan.

Yakinlah wahai manusia-manusia Indonesia, setiap dari kita pasti mempunyai ide dan mimpi bagi bangsa ini. Setiap kita menginginkan Indonesia yang lebih maju dan lebih baik. Teguhkanlah hati kita,gengam ide kita erat-erat, dan realisasikanlah! Karena setiap manusia Indonesia pasti punya perannya masing-masing untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik.


penerbangan hati kami, KMPN jiwa kami, jayalah jaya slama-lamanya.

Demi tuhan,
untuk bangsa dan almamater.



1 komentar:

  1. Gw juga sangat prihatin dengan kondisi PT.DI sekarang ini. Sepertinya bangsa ini memerlukan sosok orang yang berpengaruh dengan latar belakang engineering yang berkomitmen untuk memajukan industri penerbangan dalam negeri.
    Gw yakin ,kita mampu.

    Vivat engineer!

    Rizky Adhi Baskara
    www.mencitkaleng.wordpress.com

    BalasHapus