Tampilkan postingan dengan label hati bicara hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hati bicara hidup. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Mei 2014

Malam menjelma dingin

Angin berbisik lembut dibalik tengkuk
seraya membangkitkan roma
dan menggetarkan hati yang resah
resah karena telah lama berpisah

Raga yang menempuh jalan ini
letih setelah pulang dari perantauan
disambut dengan gelap dan terang
dan getir yang terlampau dalam

Kadang teriak pun tak cukup melawan lelah
walaupun gemanya terdengar sampai hati
melawan malam yang menjelma dingin
melewati sisa-sisa hari

Puan,
tahukah bahwa engkau penyembuh?
suaramu bak selimut penghangat raga
senyummu bak pemanis kehidupan

...

Dan kehadiranmu membuat hati ini bergelora untuk menghadapi esok hari

-IRS-

Selasa, 01 November 2011

Corat-coret pagi hari

Setelah saya fikir, post yg kemarin tuh bukan tulisan, tapi corat-coret,, hahahha (dan yang ini pun akan demikian nampaknya)

Tiba-tiba (lagi), ada yang tersirat di kepala saya, soal amanah dan tanggung jawab. Mungkin saya bukanlah orang yang berhak dan berkompeten menulis tentang ini karena saya pun belum bisa menjalankannya dengan baik, namun ini sangat penting menurut saya untuk ditulis. Dan karena ini penting, maka saya akan menjelaskannya dalam poin-poin penting (naon??)

Sebelum mengambil amanah hal yang harus diperhatikan adalah:
-kenali potensi diri !
-kenali bakat diri !
-ketahui kapasitas diri !!!! (yang ini paling penting ke-2)
-ikuti passion diri !!!!! (asa kayak yang paling penting,,,, pertama)

Saat mengambil amanah, hal yang harus diperhatikan adalah:
-ketahui fungsi dan posisi diri !!! (jangan sampai melangkahi atasan, dan jangan meremehkan bawahan)
-TANGGUNG JAWAB !!!!!!!

Saat sudah muncul kekuatan baru yang muda dan segar, yang harus dilakukan adalah:
-tentukan saat kita harus berhenti !!!
-wariskan visi misi kita ke 'kekuatan' muda ini !!
-ajari mereka hal yang benar dan hal yang diperlukan!!!
-dan setelah kita berhenti, beristirahatlah dengan tenang,,, hahaha


Demikian poin-poin (yang akhirnya saya ganti dengan stripe) yang harus diperhatikan dan dilakukan, agar hidup kita tenang dan memastikan kemajuan generasi berikut.
sekian corat-coret dari saya,, terima kasih

NB:Din, jangan lupa dilakukan yang gw kasi tau, jangan banyak bacot dan beralasan, kesian temen-temen yang udah ngasi tau susah-susah,, kal0 kita ga sayang sama lo, udah ditinggalin dari lama kali lo..!

Minggu, 27 Maret 2011

Lovers In Japan

Lovers, keep on the road you're on
Runners, until the race is run
Soldiers, you've got to soldier on
Sometimes even right is wrong

They are turning my head out
To see what I'm all about
Keeping my head down
To see what it feels like now
But I have no doubt
One day, we are gonna get out

Tonight maybe we're gonna run
Dreaming of the Osaka sun
Ohh ohh...
Dreaming of when the morning comes

They are turning my head out
To see what I'm all about
Keeping my head down
To see what it feels like now
But I have no doubt
One day the sun will come out

Sabtu, 19 Februari 2011

Ada apa dengan si bijak?

Ada apa dengan anda wahai orang bijak?
Sepertinya anda kehilangan ketenangan
Kepintaran anda seperti terhalang
Seperti ada yang memaku langkah anda di masa lalu

Ada apa dengan anda?
Saya sudah membuka jalan untuk anda
Tidak akan mmenghalangi langkah anda

Sebenarnya apa yang anda pikirkan?
Bahkan anda tidak bercerita kepada saya
Anda harus tahu, anda mengajarkan suatu hal kepada saya
"Anda tidak sendiri karena kita manusia, kita ditakdirkan untuk bersama"

Mudah-mudahan anda mengerti
Saya mengagumi anda,wahai orang bijak
Dan saya ingin anda mengetahuinya.

Minggu, 07 November 2010

Pintu Dunia

terlalu banyak yang tak kumengerti
dan haus ku akan semua hal tak tertahankan
aku memandang bumi,
menerawang langit,
lalu ku teriak, "Aku ingin memahami dunia!"

ku coba pahami gemercik air,
ku bayangkan desiran angin,
kulihat manusia bercengkrama,
aku mencoba menjadi butiran air yang lebih besar
dibandingkan butiran lain yang ada di samudera

khayalanku sangat luas,
jika dibandingkan dengan ruang di kepalaku ini
mimpiku sangat besar,
dan harus ku topang dengan kaki kecilku ini

namun seketika kusadari,
bagaimana aku bisa memahami dunia,
sedangkan engkau tak sedikitpun kumengerti

engkau bisa muncul di pikiranku saat aku merenungi alam,
sedangkan aku tak tahu kenapa bisa terjadi demikian
engkau hadir di mimpiku saat aku mengistirahatkan raga ini,
tanpa sedikitpun aku menyadarinya

aku berpikir,
ternyata tuhanpun sayang kepada hambanya ini
hambanya yang mencoba hal yang tak mungkin ditanggungnya
dengan memberi satu tujuan,
bahwa aku harus memahami engkau dahulu

karena engkau adalah awal langkahku memahami dunia,
dan dengan engkau
aku yakin dapat mengerti dunia dengan lebih baik
dan indah seperti dirimu,
Iya,dirimu

-IRS-

Kamis, 04 November 2010

Sebuah ide yang berubah menjadi realita, AEROEXPO ITB

"AEROEXPO 2010 TERBANG MENGANGKASA, terus bangkit meningkatkan kualitas bangsa..."

Mimpi kami yang menjadi kenyataan, sebuah ide yang berubah menjadi realita, saat lelah berubah menjadi senyum puas.

Kami bangga bisa menjadi bagian perkembangan dunia dirgantara Indonesia, dengan mimpi kami didalamnya. Dengan peluh yang membasahi tubuh, tanpa lelah menghadapi segala tantangan untuk merubah cita jadi nyata.

Kami bangga mempersembahkan segenap kemampuan kami untuk Indonesia, kemampuan yang mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan bapak-bapak "disana", dan yang membedakan antara mereka dan kami hanya sebuah kata, "realisasi".

Maafkan kami atas kekurangan-kekurangan ini. Tunggu kami saat bermetamorphosa menjadi seorang yang lebih bermanfaat untuk Indonesia. Tunggu kami,
di AEROEXPO 2012.

...Karena mimpi kami tidak terbatas hanya disini, wahai Indonesia...

Sabtu, 23 Oktober 2010

Menunggu..

"....and i've been keeping all the letters that i wrote to you, each one a line or two, ' im fine baby, how are you?' well i would send them but i know that its just not enough, my words were cold and flat, and you deserve more than that...."

Michael buble - home


Saat kemarin ku buka lemari es itu,
ku lihat hati yang ku simpan membesar,
kupikir sebentar lagi dia tidak akan bisa disimpan disana,
dia tak dapat dibekukan lagi,
kurasa hatiku pun tak sabar lagi,
untuk diselimuti jiwa,
atau mati...

-IRS-

Rabu, 20 Oktober 2010

PENA, PEDANG BERMATA DUA

Ada sebuah ungkapan di jaman pertengahan yang berbunyi, “sebuah berita dapat menghancurkan sebuah negara dalam waktu sehari, dan pekerjaan tersebut baru bisa dilakukan penyihir selama setahun.” Ungkapan tersebut menggambarkan bahwa kekuatan sebuah berita dapat memengaruhi pemikiran manusia yang membacanya, dan media massa merupakan sarana yang ampuh untuk dijadikan tempat persebaran berita.

Lalu timbul pertanyaan, bagaimana cara menyampaikan berita atau sekedar menulis untuk media massa? Apakah berita yang ditulis akan mempengaruhi khalayak umum secara signifikan? Atau bagaimana cara tulisan ini dapat dimuat di media massa?

Tulisan dapat dibentuk untuk mengarahkan pemikiran masyarakat yang membaca kepada opini yang terbentuk dari berita tersebut. Tulisan dapat juga memaparkan kejadian-kejadian yang diangkat secara gambling, mengangkat sisi postif dan negatif dari kejadian tersebut tanpa mengarahkan pemikiran masyarakat pembaca dengan harapan masyarakat menanggapi dengan bijak kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar mereka.

Hal pertama yang dibutuhkan untuk menulis adalah topik berita. Topik dapat dincari dengan cara memperhatikan kejadian-kejadian yang menjadi pusat perhatian massa atau dapat juga dicari dengan cara pergi ke suatu tempat lalu mencari hal yang kurang diperhatikan masyarakat untuk diangkat sebagai berita, dengan tujuan agar masyarakat tanggap dengan berita yang diangkat.

Setelah mendapatkan topik berita, mulailah mencari data tentang topik tersebut. Data-data dapat dicari dengan cara wawancara langsung, mengutip ucapan orang-orang yang mempunyai kaitan dengan topic yang diangkat, atau memcari referensi tentang topik tulisan. Bentuk dan arah fokus berita yang akan ditulis sebisa mungkin tergambar dari data-data yang dicari.

Data yang sudah dikumpulkan dapat diolah untuk dijadikan tulisan. Saat meracik data-data tersebut menjadi tulisan yang utuh, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah tulisan yang dibuat haruslah fokus dan tidak melenceng dari topic yang ingin di angkat, memakai data sekaligus memposisikannya ditempat yang tepat dalam tulisan dengan tujuan masyarakat pembaca tidak rancu membaca tulisan dan tulisan menjadi sistematis untuk dibaca masyarakat.

Membuat tulisan yang sistematis juga bermanfaat untuk mempermudah pengarahan pemikiran masyarakat pembaca, namun sebaiknya berita yang ditulis adalah berita yang tidak mengarahkan pemikiran masyarakat pembaca kepada hal-hal yang buruk, termasuk membuat pemikiran yang skeptis dari topik yang diangkat.

Hal lain yang harus diperhatikan dalam menulis untuk media massa adalah gaya tulisan yang digunakan. Setiap media massa mempunyai gaya tulisan tersendiri dalam mengemas berita-berita yang dimuat didalamnya. Penentuan gaya tulisan ini dapat memengaruhi tulisan dalam hal pemilihan media massa tempat tulisan akan dimuat.

Tulisan yang dibuat bisa saja tidak diterima di satu media massa tertentu namun dapat masuk di media massa yang lain. Masyarakat pembaca akan memilih media massa yang mengemas berita-berita yang cocok dengan gaya tulisan yang mereka sukai. Gaya tulisan yang digunakan juga dapat diajdikan sarana agar tulisan-tulisan yang dibuat berikutnya dapat dibaca kembali oleh masyarakat pembaca karena mereka menyukai gaya tulisan yang dipakai. Dari kondisi ini juga disimpulkan juga bahwa tulisan juga harus dibuat dengan memperhatikan masyarakat pembaca yang akan membaca tulisan yang dibuat.

Judul dari tulisan yang dibuat juga sangat mempengaruhi minat dari masyarakat untuk membaca tulisan yang dibuat. Judul-judul yang bagus, provokatif, atau nyeleneh akan membuat tulisan menjadi menarik untuk dibaca. Judul juga dapat mempermudah tulisan untuk dimuat ke media massa, karena editor media massa biasanya mencari tulisan yang mempunyai nilai berita yang tinggi atau judul-judul tulisan yang menarik agar medianya dibaca banyak orang.

Harus disadari sekali lagi bahwa tulisan mempunyai kekuatan yang besar untuk memengaruhi pemikiran manusia, dan jika disalahgunakan atau dibuat tanpa memikirkan dampak jangka panjangnya dapat mengakibatkan rusaknya pandangan tentang hal yang diangkat sebagai berita.

Contoh tulisan yang dirasa kurang baik adalah tulisan yang mengangkat berita tentang kecelakaan pesawat terbang tanpa melihat terlebih dahulu melihat sebab dari kejadian tersebut. Sang penulis hanya menulis berita yang “menguntungkan” baginya saja tanpa mempertimbangkan dampak yang akan terjadi pada masyarakat, baik pemikiran yang terbentuk akibat berita tersebut ataupun pandangan masyarakat tentang transportasi pesawat tersebut.

Mulailah membuat berita yang baik dan benar, karena berita yang baik dan benar akan memberikan informasi yang baik pula bagi masyarkat dan mungkin saja informasi tersebut adalah ilmu pengetahuan yang baik bagi masyarakat untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan mereka tentang dunia. Lihatlah kondisi sekitar kita, rasakan perihnya kondisi yang ada, lalu olah menjadi suatu yang bermafaat, sesuatu yang dapat menyejukkan jiwa dan raga dari perihnya rasa, agar menghasilkan sesuatu yang baik untuk merubah pahit menjadi manis. Selamat menulis dengan baik. -IRS-

Minggu, 10 Oktober 2010

Pesan untuk dinda

Wahai adinda, jangan kau membuka lemari es tempat ku menyimpan hatiku sekarang.
Ada saatnya hati akan dikeluarkan dari tempat dingin itu.
Bersabarlah wahai adinda.
Bersabarlah hatiku, jangan kau mati sebelum kuambil.

Sabtu, 02 Oktober 2010

sebuah renungan

...seorang jahat seperti diriku mngkin memang tak pantas dengannya. Walau ku selalu mencoba memperbaiki diri, tak sekalipun dia menoleh kepadaku. "Menurut engkau, apa yang harus ku lakukan?" tanya ku kepada seorang teman. "Menurut ku, Tuhan belum menggerakkan hatinya pada mu" jawabnya dengan nada yang cukup yakin. "Mengapa demikian? aku telah berusaha memperbaiki diri. Bagian mana lagi yang kurang ku lakukan?" aku bertanya dengan gelisah. Dia pun kembali menjawab, "berarti engkau belum ikhlas mengerjakannya, sampai-sampai engkau bisa dengan mudah mengatakan semua hal yang engkau lakukan, seakan engkau ingin menunjukkan pada ku bahwa engkau telah berusaha keras. Bukan kepadaku seharusnya engkau mengadu, kepada-Nya seharusnya engkau mengadu. Pintalah segala sesuatu kepada-Nya. Oh, satu hal lagi, menurutku justru Tuhan sayang dengan kalian berdua, dia tak ingin wanita yang kau cintai mendapatkan pria seperti kau saat ini. Tuhan ingin engkau menjadi baik, agar wanita yang kau cintai tak kecawa padamu kelak."
Dengan tersenyum temanku itu pamit pergi ke medan perang. Sesaat kemudian terbesit di pikiran ku akan suatu hal. Temanku itu seusia denganku, namun dia tidak menjadikan wanita menjadi hal utama yang harus dipikirkan walau dia juga pasti punya wanita idaman. Dia lebih memilih mencurahkan segenap jiwa-raganya untuk membela negeri kami, negeri yang sampai saat ini terjajah oleh rakyatnya sendiri. Beda halnya dengan ku yang hanya ada wanita di pikiranku, padahal aku pun sadar bahwa saat ini ada hal yang lebih penting dari cinta...

Senin, 27 September 2010

Salam dari kami,untuk bapak Alex

Kepada pak Alexander Supelli,

Selamat jalan, selamat menempuh kehidupan baru di alam sana. Kami pejuang dirgantara Indonesia berterimakasih kepada bapak atas kontribusi bapak selama hidup di dunia. Kami akan mengambil hikmah dari kejadian yang terjadi pada bapak, kami akan belajar segala sesuatu yang bapak berikan dari kami, walaupun itu hanya semangat. Kami berterimakasih pada bapak karena telah membuka pikiran kami, memberikan kami dorongan agar terus mengembalikan kejayaan dunia dirgantara indonesia.

Salam dari kami semua dan selamat jalan. Semoga tuhan memberikan tempat yang terbaik untuk bapak.

Rabu, 15 September 2010

Mimpi kami untuk mu, Indonesia

kita pasti punya ide menggelegar di dalam otak kita untuk bangsa ini, atau paling tidak kita pernah sekilas memikirkannya. Ide-ide yang kalau direalisasikan bisa membuat bangsa ini menjadi lebih baik. Coba bayangkan, jika ada satu persen saja dari penduduk indonesia, dengan kata lain sekitar 2,5 juta orang, memiliki ide-ide untuk bangsa ini, Indonesia pasti jauh lebih maju dari sekarang.

Permasalahannya adalah ketahanan dari manusia Indonesia dalam memegang teguh mimpi-mimpinya. Cukup banyak manusia Indonesia yang akhirnya mengubur mimpinya karena berbagai alasan, baik itu karena masalah ekonomi, perubahan pola pikir, prioritas diri atau masalah keadaan lainnya.

Banyak manusia Indonesia yang akhirnya membawa mimpi mereka keluar dari indonesia karena mimpi-mimpinya dianggap konyol oleh para pemimpin bangsa ini. Di negri ini, prestasi kerja ilmuan kurang mendapat perhatian dan sulit untuk mengurus hak paten. Jika membuat prestasi, penghargaan yang diterima hanyalah berupa ucapan selamat dan sertifikat saja, tanpa ada tindak lanjut pada penemuan yang telah dibuat.

Ada pula yang membawa mimpinya keluar karena dia ingin bergegas merealisasikan mimpinya, karena Indonesia belum mampu mewadahi mereka untuk merealisasikan idenya. Hal ini terjadi karena pemerintah tidak dapat menyediakan fasilitas yang memadai untuk manusia Indonesia merealisasikan mimpinya. Pertanyaannya adalah: jika pemerintah belum bisa memfasilitasi rakyatnya untuk merealisasikan ide-ide brilian, kenapa wakil rakyat kita bisa memunculkan ide untuk membuat gedung yang baru dengan fasilitas mewah untuk tempat mereka kerja? jika memang prioritas ada disana, berapakah ide-ide brilian yang sudah muncul disana? atau kita buat lebih mudah, BERAPA BANYAK ORANG-ORANG DISANA YANG MEMIKIRKAN IDE-IDE BRILIAN UNTUK BANGSA INI???

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, tidak sedikit pula yang menguburkan mimpi-mimpi hebatnya karena idealismenya terbeli keadaan. Mimpinya dijual untuk kepentingan sendiri dan manusia cerdas ini akhirnya kembali primitif karena hanya mementingkan perut belaka. Sebagai contoh, mari kita lihat para wakil-wakil kita untuk menyampaikan aspirasi untuk bangsa ini. Tidak sedikit dari mereka yang berpendidikan tinggi dan dulunya adalah aktifis yang dulu sangat gencar mengkritisi pemerintahan dan pasti punya mimpi-mimpi brilian untuk Indonesia. Sekarang mereka banyak yang membuang mimpinya jauh2, menjadi budak-budak uang dan menajdi orang yang lalim.

Namun demikian, banyak pula yang bertahan dengan kondisi serba minim di Indonesia. Bertahan bukan untuk dianggap pahlawan namun bertahan karena cinta kepada bangsanya, cinta kepada tanah airnya, dan berpegang teguh kepada mimpinya. Pijakannya kokoh menghadapi cobaan yang ada, cengkramannya kuat menghadapi godaan yang memanggil. Hatinya pun tabah melihat kekurangan bangsa ini. Namun jiwa-jiwa mereka gerah dengan keadaan, mereka menangis untuk bangsa ini, mereka meronta untuk kemajuan bangsa ini.

Sebagai contoh kecil, mari kita tengok engineer-engineer kita di PT.DI saat ini. Pertanyaan akan muncul, "hal apa yang membuat mereka tetap bekerja disana? padahal gaji minim, bahkan pemimpin negara ini banyak yang enggan menoleh kesana." Bayangkan, mereka tdak akan sulit mencari pekerjaan diluar negri dengan gaji besar, jika mereka mau. Namun ada hal yang membuat mereka bertahan disana. Ada tekad dan mimpi dari mereka untuk tetap berada di Indonesia dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa ini.

Keinginan untuk membangun, melihat, dan menikmati Indonesia yang maju dan lebih baik lah yang membuat mimpi dan ide-ide brilian kita tetap kekal di hati. Harta dan jabatan adalah konsekuensi dari mimpi yang kita realisasikan. Harta dan jabatan bukanlah tujuan. Hal ini serupa saat kita beribadah. Tujuan kita adalah mendekatkan diri pada Pencipta kita, tujuan kita bukanlah pahala ataupun rezeki. Pahala ataupun rezeki hanyalah konsekuensi logis dari ibadah yang kita lakukan.

Yakinlah wahai manusia-manusia Indonesia, setiap dari kita pasti mempunyai ide dan mimpi bagi bangsa ini. Setiap kita menginginkan Indonesia yang lebih maju dan lebih baik. Teguhkanlah hati kita,gengam ide kita erat-erat, dan realisasikanlah! Karena setiap manusia Indonesia pasti punya perannya masing-masing untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik.


penerbangan hati kami, KMPN jiwa kami, jayalah jaya slama-lamanya.

Demi tuhan,
untuk bangsa dan almamater.



Selasa, 31 Agustus 2010

"Karena raga ini terikat masa"

Ada yang berubah dengan pemikiran saya, dan saya yakin hal ini akan terpatri selama hidup.
Ini tentang masa. Masa, yang dahulu saya yakini segala sesuatu akan kebali berulang diesok hari. Masa, saat saya tak sempat melakukan suatu hal berguna hari ini, akan ada hari esok dengan durasi yang sama untuk saya menyelesaikannya.

Saya baru paham saat ini, kenapa ada rasa rindu yang dirasakan manusia, kenapa ada rasa penyesalan pada manusia, kenapa ada kesempatan, kenapa ada kata "kembali" dalam pikiran manusia. Saya akhirnya sadar, mimpi saya dikala tidur tak bisa terulang lagi dengan bentuk yang sama, karena saya akhirnya paham, bahwa masa itu seperti garis yang kita lalui. Tidak ada kata kembali di dalamnya, tidak pula garis itu membentuk lingkaran. Garis itu lurus, dan kita terus melaluinya, mau ataupun tidak.

"Sombongnya diriku!!", mungkin itu yang saya katakan dalam hati saat saya sadar bahwa masa ini adalah garis lurus yang tak berulang. Selama ini, tanpa sadar saya merasa bahwa diri saya tidak terikat masa, bisa melakukan segala sesuatu kapan pun saya mau. Mungkin secara tidak sadar saya seperti membentuk pikiran saya bahwa saya adalah tuhan yang tidak terikan masa, dan ini menunjukkan bahwa saya belum beriman secara sungguh-sungguh kepada-Nya.

Namun setelah saya sadari bahwa saya, adalah hamba-Nya yang terikat masa, saya merasa diri saya lebih tenang, walaupun saya tau bahwa diri ini adalah diri yang hina dihadapan-Nya. Saya merasa tenang bahwa jika saya terikat masa, maka ada suatu hukum alam yang namanya perbaikan, perubahan dari kondisi yang buruk menjadi lebih baik. Dan ini hanya bisa terjadi jika saya, terikat masa.

Masih ada masa tersisa pada diri ini, walau saya sendiri tidak tahu berapa lama lagi diri ini akan menjalani masa di dunia ini. Saya hanya berharap kepada Sang pemilik raga ini, agar saya tetap dalam bimbingan-Nya, tidak lagi sesumbar karena kami adalah makhluk yang paling sempurna yang Dia ciptakan.

Mudah-mudahan saya, yang sempat berpaling dari Nya, dapat dimaafkan.

Saya, yang tersadar akan kekuasaan-Nya, yang takut pada-Nya, yang butuh bimbingan-Nya.

Quote of the Week

"Kesabaran itu tiada batasnya, yang membatasi kesabaran adalah diri kita sendiri"
-Caesar Fikri Muflihun-

quote dari seorang teman yang selalu sukses membuat suasana hati jadi tenang...

Kagak nyangka gw pik ni beneran lo yang ngomong...
ahahahha...

Rabu, 21 Juli 2010

hatiku membuka tanya

berharap bisa melihat segalanya
namun yang terlihat hanya dirimu

jika harapku terkabul,
mungkinkah,
segalanya ada pada dirimu?
cukup dengan melihatmu
maka aku melihat segalanya?

hatiku membuka tanya..